Kami
Bukan Setan
Sepanjang malam
kami gentayangan
duduk melingkar
berputar
mengeja
mantra-mantra
mendaras realita
dunia
Kata kami ubah
jadi mantra
Mantra kami ubah
jadi bahasa
Bahasa kami ubah
jadi Kebijaksanaan
Kebijaksanaan
kami ubah jadi karya
Karya kami ubah
jadi sejarah
Sejarah kami
ubah jadi kata
Anggur
persembahan kami adalah secangkir kopi
Asap rokok yang
mengepul adalah dupa wangi
Semuanya bergema
melingkar
berputar
Dan, ketika
adzan subuh berkumandang
kami segera
bubar...
tak ada lagi
yang melingkar
semua segera
berlari-lari untuk pulang
Aku sendiri
segera bersembunyi kembali
menyepi di Kaki
Merapi
masuk ke bilik
sunyi
tepat ketika
lonceng gereja berdentang di pagi hari
Tidak,
kami
bukan setan yang takut matahari
kami
hanya penyair dan pemikir mandiri
yang
menjadikan malam waktu diskusi
dan
menjadikan siang waktu beraksi
(Mungkin kami
akan mati...
tapi pada nisan
kami akan tertulis banyak puisi
yang
menceritakan bagaimana hidup dijalani)
tepi
Jakal, 29 Agustus 2013
Padmo
Adi (@KalongGedhe)
Comments
Post a Comment