Secangkir Creamy-White-Coffee-Like-Her-Pussy
Setahun lalu
kaudatang padaku mengemis
Dengan senyum memberiku
janji manis
Akan perjuangan
bersama yang mulia
Dan harapan akan
surga yang turun ke dunia
Kini kaucampakkan
aku di sudut berdebu
Kudapati diriku
meratapi nasib dengan gerutu
Apa lacur, aku
terlanjur ditetak oleh Sang Bapa
Terfragmentasi,
kagol, dan ambyar menyisakan ‘a’
Jujur, aku rindu
rindang Beringin itu...
Di bawahnya kami
mabuk buku dan ciu
Dan di sana, sesuatu
belum juga selesai
Masih tertinggal
tergeletak terbengkalai
“Kuwat
lakoni, ra kuwat tinggal ngopi!”
Maka, ke dalam
kopi itu aku melarutkan diri
Sekadar
menghibur hati yang meradang
Lalu perempuan
pelayan itu datang
Ya...
I
like it creamy-white-coffee-like-her-pussy
Karangasem,
22 Agustus 2017
Padmo
Adi
Comments
Post a Comment