Merdeka Adalah
Merdeka adalah
ketika kita bisa saling mencintai dalam untung dan malang, dalam suka maupun
duka. Terima kasih sudah mau bertualang bersamaku. Terima kasih atas cintamu.
Cinta kita telah menjadi daging, telah menjadi bayi bernama Ramanjaya.
Puisiku
memang tak bisa mengenyangkan. Namun, manusia tidak makan dari roti saja.
Kehidupan begitu rapuh. Hidup hanya menunda mati. Walau bagaimanapun, hidup
yang pahit ini harus terus berjalan, dan dimaknai ... jadi narasi ... jadi
puisi ... abadi.
Kartika ... Ramanjaya ... inilah tubuhku yang diserahkan
bagimu; inilah darahku yang ditumpahkan bagimu. Mencintai kalian adalah
dipecah-ambyarkan dan dibagi.
Denpasar, 17
Agustus 2018
Padmo Adi
 |
dokumen pribadi |
Comments
Post a Comment