KEKASIHKU, MAAFKAN AKU YANG SIA-SIA
*kepada Kartika Indah Prativi
Kekasihku,
maafkan aku yang
sia-sia
Aku patah
digempur realita
Tapi selalu
kusyukuri cintamu
Kekasihku,
manusia adalah
kesepian dalam keramaian
kita selalu
didefinisikan oleh Liyan
Kadang mereka
benar, acap kali keliru
Kekasihku,
kita kini tidak
lagi berdua
Ada bocah hampir
dua tahun di antara
juga janin muda
di rahimmu
Betapa aku
sungguh mencintai kalian
Tapi bagaimana
aku harus membuktikan?
Ijazah itu belum
juga bisa jadi jaminan
Walau sepuluh
tahun kuliah tak pernah kusesalkan
Dalam hidupku,
sepuluh tahun itu adalah waktu terdahsyat
Melebihi
petualangan dua ribu kilometer ke Andalas
Betapa aku
takkan pernah melupakannya sepanjang hayat
Jiwa muda yang
senantiasa bergerak dengan bebas
Namun,
Kekasihku,
aku tidak bisa
menggambarkan dengan jelas
realita mana
yang meremukkanku dengan keras
Mungkin aku yang
naif, atau memang Raden Rara itu
Yang jelas, aku
merasa kesepian, tanpa asa
Ketika amarah
ini bangkit, semua jadi tambah sunyi
tentang diriku
yang dungu hingga terperdaya
dan tentang
seorang teman yang selalu menghakimi
Setidaknya, aku
masih memiliki kamu
aku masih
memiliki seorang Ramanjaya
juga janin muda
yang belum kita beri nama
Dan Malang?
Kiranya kalianlah alasanku
Surakarta
Utara, 11 November 2018
Padmo
Adi
Comments
Post a Comment