MALAM DI IGD

  MALAM DI IGD   Malam makin tua suara beep-beep membongkar sepi ada perempuan nangis, retak kakinya sementara di pojokan itu ada selang masuk tenggorokan bayi Aku tak sanggup bayangkan ruangan ini 2020 yang lalu   RSSA, Malang, 04 Februari 2025 Padmo Adi

KEKASIHKU, MAAFKAN AKU YANG SIA-SIA


KEKASIHKU, MAAFKAN AKU YANG SIA-SIA
*kepada Kartika Indah Prativi

Kekasihku,
maafkan aku yang sia-sia
Aku patah digempur realita
Tapi selalu kusyukuri cintamu

Kekasihku,
manusia adalah kesepian dalam keramaian
kita selalu didefinisikan oleh Liyan
Kadang mereka benar, acap kali keliru

Kekasihku,
kita kini tidak lagi berdua
Ada bocah hampir dua tahun di antara
juga janin muda di rahimmu

Betapa aku sungguh mencintai kalian
Tapi bagaimana aku harus membuktikan?
Ijazah itu belum juga bisa jadi jaminan
Walau sepuluh tahun kuliah tak pernah kusesalkan

Dalam hidupku, sepuluh tahun itu adalah waktu terdahsyat
Melebihi petualangan dua ribu kilometer ke Andalas
Betapa aku takkan pernah melupakannya sepanjang hayat
Jiwa muda yang senantiasa bergerak dengan bebas

Namun, Kekasihku,
aku tidak bisa menggambarkan dengan jelas
realita mana yang meremukkanku dengan keras
Mungkin aku yang naif, atau memang Raden Rara itu

Yang jelas, aku merasa kesepian, tanpa asa
Ketika amarah ini bangkit, semua jadi tambah sunyi
tentang diriku yang dungu hingga terperdaya
dan tentang seorang teman yang selalu menghakimi

Setidaknya, aku masih memiliki kamu
aku masih memiliki seorang Ramanjaya
juga janin muda yang belum kita beri nama
Dan Malang? Kiranya kalianlah alasanku

Surakarta Utara, 11 November 2018
Padmo Adi

Comments