MALAM DI IGD

  MALAM DI IGD   Malam makin tua suara beep-beep membongkar sepi ada perempuan nangis, retak kakinya sementara di pojokan itu ada selang masuk tenggorokan bayi Aku tak sanggup bayangkan ruangan ini 2020 yang lalu   RSSA, Malang, 04 Februari 2025 Padmo Adi

API PASKAH

 API PASKAH

 


Aku melihat api. Api di mana-mana.

 

Ada orang ingin mengebom gereja.

Tanpa dia tahu, gereja sudah setahun ini kosong.

Masing-masing streaming misa online dari rumah.

 

Tapi, dia nekat mendatangi gereja.

Meledakkan diri.

Ususnya terburai.

Wajahnya tersenyum.

Gosong.

 

Santo Petrus, penjaga gerbang surga, menemuinya.

Minta apimu... aku ingin udud dulu.

Lelaki itu bingung.

Tidak ada bidadari.

Hanya Petrus, lelaki Yahudi.

 

Santo Petrus kasihan padanya.

Lelaki itu tak diakui agamanya.

Terlanjur jadi arang... baunya anyir.

 

Tuhan di mana?

Tuhan adalah api.

Jadi, benar aku mati demi Tuhan?

Ini kretek. Ududlah dulu. Seminggu lagi Paskah.

Nanti kau aku permandikan... dengan air. Biar tidak gosong begitu.

Tidak. Aku mau dibakar api.

Tuhan adalah air.

 

Santo Petrus tidak paham,

sebenarnya lelaki itu hanya ingin dibaptis...

dengan api.

Seperti janji Isa pada murid-murid-Nya.

Hanya saja, dia salah baca.

Api Roh Tuhan adalah cinta, bukan mesiu.

 

Santo Petrus menghabiskan kreteknya.

Dipandanginya lelaki gosong itu...

menangis tersedu-sedu.

 

29 Maret 2021

Padmo Adi

Comments