KEPADA
PEREMPUAN DI SISI
 |
dua remaja dimabuk asmara |
Aku tidak pernah menjanjikan bahwa cuaca selalu cerah, langit selalu biru,
matahari selalu bersinar.
Aku tidak pernah menjanjikan jalan selalu aspal, selalu lurus, selalu
datar.
Namun, aku dulu berjanji kita akan menjalani ini semua bersama-sama, dalam
suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam susah maupun senang... hingga
kematian memisahkan.
Jauh sebelum kuucapkan janji itu di depan Altar Tuhan, aku sudah
mengucapkannya di hadapan Langit dan Bumi di Kota Terindah di Jawa Tengah.
Terima kasih sudah mencintaiku di saat aku bukan siapa-siapa. Terima kasih
sudah menemaniku tatkala aku berada pada titik nadir. Terima kasih sudah
menjadi Bintang Timur penunjuk arah dan haluan. Terima kasih atas
kepercayaanmu. Terima kasih atas kesetiaanmu.
Cinta adalah sebuah keberanian untuk berkata YA atas ketidakpastian dan ketidak-bermaknaan
hidup ini. Cinta adalah sebuah keberanian untuk berkata YA atas tawaran
menjalani hidup bersama-sama, walau hidup hanya berisi Tragi-Komedi.
Kasih, aku mencintaimu... dengan segenap Tubuh dan Darahku. Inilah Tubuhku
yang kuserahkan bagimu... inilah Darahku yang kucurahkan bagimu... sebagaimana
Kurban Anak Domba bagi sahabat-sahabat-Nya.
Malang, 28 April 2021
Padmo Adi
Comments
Post a Comment